"ininnawa sabbarae" Mistiknya Lagu Bugis Selain lagu “Paseng Riati/pesan dari lubuk hati yang dalam” ada juga satu lagu yang acapkali menjadi senandung kalangan Bugis pada waktu menidurkan anak-anaknya, yakni Ininnawa. Lagu penyejuk hati ini dikategorikan lagu-lagu Yabelale atau lagu nina bobok. Bahkan lagu Ininnawa lebih populer dibanding “Paseng Riati”. Sebagian orang memberinya judul ” Ininnawa Sabbarae “, namun lagu ini judul aslinya adalah “Ininnawa” artinya Hati Yang Tulus Ikhlas. Terdiri atas tujuh bait sakral. Makna syair tiap bait terhubung antara satu dengan yang lainnya. Syair lagu “Ininnawa Sabbarae” ini sudah ada sejak tahun 1912 Masehi. Sampai saat ini belum diketahu siapa penciptanya. Syair lagu Ininnawa Sabbarae ditemukan oleh seseorang yang tersimpan di dalam sebuah Ceropong (Batang Bambu Sejenis Teropong) dengan naskah lontara Bugis. Seperti kebiasaan orang Bugis masa lalu kalau ada surat yang dianggap penting mereka simpan dala...
ISBI ( Institut Seni dan Budaya Indonesia) Sulawesi Selatan Tanpa terasa sudah berjalan hampir 5 tahun sejak pendirian ISBI ( Institut Seni dan Budaya Indonesia) Sulawesi Selatan, sejak tahun 2012 lalu. Institusi yang merupakan embrio dengan naungan ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta. Sebagai Lembaga Pendidikan Negri yang berbasis pada pelestarian Seni dan Budaya wilayah Sulawesi Selatan. Banyak Tradisi dan Budaya di wilayah Sulawesi Selatan yang saya rasa harus digali dan dipelajari kembali, banyak kearifan lokal yang terkubur dan hampir punah di wilayah ini. Kurangnya peran serta dan kesadaran masyarakat umum, sehingga pemerintah juga berperan sangat penting dengan adanya pendirian ISBI ( Institut Seni dan Budaya Indonesia) Sulawesi Selatan. Ada 3 Jurusan Seni di ISBI ( Institut Seni dan Budaya Indonesia) Sulawesi Selatan antara lain : 1. S1 Televisi 2. S1 Teater...
Candi di Jawa Timur Pada awal abad ke-10 M, tepatnya tahun 929 M, pusat pemerintahan di Jawa berpindah ke Jawa Timur. Mpu Sindok, keturunan raja-raja Mataram Hindu, mendirikan sebuah kerajaan di Jawa Timur dengan pusat pemerintahan di Watugaluh, yang diperkirakan lokasinya berada di daerah Jombang. Mpu Sindok digantikan oleh putrinya, Sri Isyana Tunggawijaya, sehingga raja-raja selanjutnya disebut sebagai Wangsa Isyana. Cucu Ratu Isyana Tunggawijaya, Mahendratta, menikah dengan Raja Bali, Udayana, dan mempunyai putra Airlangga. Raja-raja keturunan Airlangga inilah yang memerintahkan pembangunan sebagian besar candi di Jawa Timur, walaupun terdapat juga candi-candi yang diperkirakan dibangun pada masa yang lebih awal, seperti Candi Badhut di Malang. Dalam Prasasti Dinoyo (760 M) disebutkan tentang adanya Kerajaan Kanjuruhan yang berlokasi di Dinoyo, Malang, yang diyakini mempunyai kaitan erat dengan pembangunan candi Hindu yang dinamakan Candi Badhut. Kecuali Candi Badhut dan...
Komentar
Posting Komentar